Mahasiswa Pendidikan Fisika UNTAD Gelar Workshop Digital: AI Jadi Senjata Baru Membuat Bahan Ajar dan Simulasi

Palu, 20 September 2025 – Suasana Ruangan Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako tampak berbeda pada Sabtu siang. Puluhan mahasiswa berkumpul dengan penuh antusias, menghadiri Workshop Digital yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) FKIP UNTAD. Kegiatan ini mengusung tema yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi terkini: “Pemanfaatan AI untuk Membuat Bahan Ajar dan Simulasi Fisika.”

Workshop dimulai tepat pukul 13.30 WITA. Sejak awal acara, suasana akademis bercampur dengan semangat inovasi terasa kuat. Mahasiswa terlihat bersemangat, karena topik yang diangkat menyentuh langsung kebutuhan mereka sebagai calon pendidik di era digital.

Menghadirkan Narasumber Berpengalaman

Dalam kegiatan ini, HIMAFI menghadirkan Dr. Haeruddin, S.Pd., M.Si., dosen Pendidikan Fisika yang dikenal aktif mengembangkan media pembelajaran digital. Dalam pemaparannya, Dr. Haeruddin menekankan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata bagi dunia pendidikan masa kini.

“Guru di abad 21 tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. AI bisa menjadi mitra yang sangat efektif dalam proses ini,” ungkapnya di hadapan peserta.

Ia juga menambahkan bahwa AI dapat membantu mahasiswa menghemat waktu dalam menyiapkan perangkat pembelajaran. Jika sebelumnya pembuatan bahan ajar dan simulasi fisika membutuhkan waktu lama, dengan AI proses tersebut bisa dilakukan lebih cepat, tanpa mengurangi kualitas dan kreativitas.

Produk Pembelajaran dari Mahasiswa

Tidak hanya mendengarkan teori, mahasiswa peserta workshop langsung diajak untuk praktik membuat bahan ajar digital berbasis AI. Hasilnya cukup membanggakan. Dalam waktu singkat, mahasiswa mampu menghasilkan berbagai produk yang terdiri dari:

Produk tersebut siap diimplementasikan kapan saja, baik dalam kegiatan belajar di kelas maupun sebagai bahan ajar mandiri.

Suara Panitia dan Peserta

Ketua Panitia, I Gede Gidan Perkasa Mandala (NIM A 241 24 073), dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini.

“Workshop ini kami gagas sebagai bagian dari upaya HIMAFI untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak gagap menghadapi era digital. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Fisika FKIP UNTAD mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Nova Listha Sakaria (NIM A 241 24 085), selaku sekretaris panitia sekaligus peserta, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.

“Saya baru tahu kalau AI ternyata bisa membantu membuat simulasi fisika. Selama ini saya berpikir AI hanya untuk hiburan atau menulis teks. Ternyata, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik, AI sangat membantu dalam menyiapkan pembelajaran,” katanya dengan penuh semangat.

Tidak ketinggalan, Ketua Umum HIMAFI, Moh. Afriansyah (NIM A 241 23 072), menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari program kerja organisasi.

“Kami ingin HIMAFI hadir tidak hanya sebagai organisasi kemahasiswaan, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran yang memberi manfaat nyata. Workshop ini adalah salah satu langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan modern,” jelasnya.

Antusiasme Peserta

Selama jalannya kegiatan, peserta tampak serius menyimak materi sekaligus bersemangat saat praktik. Beberapa mahasiswa bahkan sempat mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka. Simulasi yang ditampilkan membuat suasana kelas menjadi hidup.

Salah satu kelompok, misalnya, berhasil membuat simulasi sederhana tentang gerak dua dimensi. Dalam simulasi itu, siswa bisa mengatur sudut lemparan dan kecepatan awal, lalu melihat lintasan parabola secara langsung. Produk ini mendapat apresiasi dari pemateri karena dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dengan cara visual yang mudah dipahami.

Relevansi dengan Tantangan Abad 21

Workshop ini sejalan dengan tantangan dunia pendidikan yang kini memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan bahkan menuju Society 5.0. Mahasiswa sebagai calon guru dituntut tidak hanya memahami konsep fisika, tetapi juga mahir mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.

Dr. Haeruddin dalam penutup materinya menekankan bahwa guru masa depan harus memiliki empat kompetensi utama: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Namun, dalam konteks era digital, kompetensi tambahan berupa kecakapan digital juga sangat penting.

“Kalau kita tidak menguasai teknologi, kita akan tertinggal. AI bisa kita manfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran guru. Justru dengan AI, guru bisa lebih fokus pada pengembangan kreativitas siswa,” pungkasnya.

Harapan ke Depan

Dengan berakhirnya workshop pada sore hari, peserta membawa pulang pengalaman dan produk pembelajaran yang siap digunakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa Pendidikan Fisika UNTAD untuk terus berinovasi dalam menciptakan media ajar berbasis teknologi.

HIMAFI berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin, agar mahasiswa terbiasa dengan perkembangan digital. Apalagi, kebutuhan akan guru yang melek teknologi semakin tinggi, baik di sekolah maupun di dunia kerja secara umum.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi. Sorot wajah para peserta menunjukkan kepuasan sekaligus motivasi baru untuk terus belajar dan berinovasi.


Kesimpulan
Workshop Digital HIMAFI FKIP UNTAD berhasil membuka wawasan mahasiswa bahwa Artificial Intelligence bukanlah ancaman, melainkan peluang besar dalam pendidikan. Dengan semangat belajar dan inovasi, mahasiswa Pendidikan Fisika siap menjawab tantangan abad 21 dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Terkait