Pelatihan Guru SDN Model Terpadu Madani Palu: Merancang Perangkat Pembelajaran dengan Bantuan Artificial Intelligence

Palu – Suasana hangat penuh antusias terlihat di aula SDN Model Terpadu Madani Palu pada pekan terakhir September 2025. Puluhan guru sekolah dasar duduk rapi dengan laptop masing-masing, menyimak penjelasan para narasumber dari Universitas Tadulako. Mereka bukan sekadar mengikuti pelatihan biasa, melainkan sebuah program yang menjawab kebutuhan zaman: perancangan perangkat pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai melalui Anggaran (DIPA) Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Tadulako, sesuai Surat Keputusan Rektor Universitas Tadulako Nomor 4620/UN28/HK.02/2025 tanggal 02 Juni 2025. Tim pelaksana diketuai oleh Dr. I Komang Werdhiana, NIDN 0030036806, dengan anggota dosen senior dan muda yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan: Dra. Hj. Sri Mulyani Sabang, M.Si (NIDN 0017066811), Muh. Syarif S. Abd. Syukur, S.Pd., M.Pd. (NIDN 0003119002), Dr. Haeruddin, S.Pd., M.Si (NIDN 0031107402), dan Dewi Satria Ahmar, S.Pd., M.Pd. (NIDN 0929078902).

Menjawab Tantangan Zaman Digital

Ketua tim, Dr. I Komang Werdhiana, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk tidak hanya menguasai konten, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi digital. “AI sudah hadir di ruang-ruang kelas kita, mau tidak mau guru harus mampu memanfaatkannya. Jika tidak, kita akan tertinggal,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.

AI, lanjutnya, bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang bisa membuat guru lebih kreatif dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyajikan media interaktif, hingga menciptakan simulasi yang sulit dilakukan secara manual.

Sesi Praktik: Dari Gerak Parabola hingga Gunung Meletus

Salah satu sesi yang paling ditunggu para guru dibawakan oleh Dr. Haeruddin, dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako. Dengan gaya interaktif, ia mengajak peserta mencoba langsung membuat simulasi menggunakan dua platform AI terkemuka: Gemini dan ChatGPT.

“Bapak dan Ibu, kita akan membuat simulasi gerak parabola hanya dengan mengetik perintah sederhana. Bayangkan betapa mudahnya menjelaskan konsep fisika yang dulu terasa abstrak,” katanya sambil memproyeksikan hasil kerja AI di layar besar.

Guru-guru tampak kagum ketika simulasi gerak parabola muncul seketika, lengkap dengan lintasan dan titik-titik koordinat. Tidak hanya itu, peserta juga diajak membuat animasi siklus hidup kupu-kupu, visualisasi pohon faktor dalam matematika, hingga model sederhana gunung meletus. Semua bisa dihasilkan dalam hitungan menit, sesuatu yang sebelumnya membutuhkan keterampilan teknis tinggi.

“Kalau dulu saya harus mencari gambar di internet satu per satu, sekarang bisa langsung dibuatkan oleh AI sesuai kebutuhan,” ungkap Rukmini, salah seorang guru kelas IV yang hadir dalam pelatihan.

Kolaborasi Akademisi dan Praktisi

Pelatihan ini tidak hanya sekadar demonstrasi teknologi, melainkan dirancang dengan pendekatan partisipatif. Dra. Hj. Sri Mulyani Sabang memberikan materi tentang penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai Kurikulum Merdeka, sementara Muh. Syarif S. Abd. Syukur menjelaskan strategi mengintegrasikan AI tanpa menghilangkan sentuhan humanis guru.

“AI jangan sampai membuat kita malas berpikir. Ia harus menjadi mitra, bukan pengganti,” tegas Syarif.

Sementara itu, Dewi Satria Ahmar menambahkan sesi praktik membuat asesmen berbasis AI yang bisa menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan siswa. “Dengan cara ini, guru bisa lebih adil menilai kemampuan anak-anaknya,” ujarnya.

Antusiasme Guru: Belajar Hal Baru

Antusiasme peserta tampak jelas. Banyak guru yang awalnya ragu dengan penggunaan AI, akhirnya ikut mencoba dan berhasil membuat media pembelajaran yang menarik. “Saya merasa seperti kembali kuliah lagi. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” kata Ahmad, guru kelas V.

Beberapa guru bahkan langsung membayangkan penerapan di kelas. “Saya akan gunakan simulasi gunung meletus saat mengajar IPA. Anak-anak pasti lebih tertarik karena bisa melihat prosesnya secara visual,” ujar Nuraini, guru kelas VI.

Harapan untuk Pendidikan Palu

Kepala SDN Model Terpadu Madani Palu menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat berlanjut. “Kita ingin sekolah ini menjadi model bukan hanya dari namanya, tetapi juga dari praktiknya. Dengan teknologi AI, guru bisa lebih inovatif, dan siswa akan belajar dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

Tim pengabdian Universitas Tadulako juga menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi guru. “Kami tidak ingin berhenti di pelatihan ini saja. Setelah kegiatan, kami akan membuka forum daring agar guru bisa terus berkonsultasi,” kata Dr. Komang.

Dukungan Universitas Tadulako

Rektor Universitas Tadulako dalam keterangannya menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Ini adalah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah,” ujarnya.

Pelatihan ini, menurutnya, juga sejalan dengan visi Universitas Tadulako untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan dan riset, sekaligus agen perubahan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Transformasi Pendidikan dengan AI

Kehadiran AI dalam dunia pendidikan memang membawa pro dan kontra. Namun, pelatihan ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi sahabat bagi guru. Alih-alih menggantikan peran pendidik, AI justru memperkuat kreativitas mereka.

“Anak-anak zaman sekarang adalah generasi digital native. Mereka butuh cara belajar yang sesuai dengan dunia mereka. AI membantu kita menjembatani itu,” kata Dr. Haeruddin menutup sesinya.

Dengan semangat baru, para guru SDN Model Terpadu Madani Palu kini memiliki bekal untuk menciptakan perangkat pembelajaran yang lebih modern, interaktif, dan relevan dengan tuntutan abad 21.

Kegiatan sehari penuh itu akhirnya ditutup dengan foto bersama, diiringi senyum puas para guru yang telah berhasil mencetak karya-karya inovatif berbasis AI. Dari gerak parabola hingga simulasi gunung meletus, semua menjadi bukti bahwa teknologi bisa hadir di ruang kelas dasar, membuka cakrawala baru bagi pendidikan di Palu.

Terkait