Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dilaksanakan pada 14 November 2025. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Prodi dalam memastikan bahwa seluruh proses pendidikan β mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga peningkatan berkelanjutan β berjalan sesuai standar mutu yang berlaku secara nasional maupun internasional.
Workshop SPMI ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa, mencerminkan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya mutu. Kehadiran para civitas akademika dalam kegiatan ini menandakan bahwa upaya peningkatan kualitas bukan hanya tugas koordinator prodi atau unit tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama dalam ekosistem pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan bahwa SPMI bukan sekadar dokumen administratif, tetapi sebuah sistem yang hidup dan harus diimplementasikan secara konsisten dalam setiap aktivitas akademik dan non-akademik. Proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan administrasi, hingga pengelolaan fasilitas kampus harus tunduk pada prinsip-prinsip PDCA (PlanβDoβCheckβAct) agar mutu dapat dijaga dan ditingkatkan setiap tahunnya.
Dalam pembukaan kegiatan, Koordinator Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Haeruddin, memberikan sambutan yang menegaskan bahwa workshop ini merupakan salah satu agenda penting dalam mematangkan implementasi SPMI di tingkat program studi. Beliau mengungkapkan bahwa mutu pendidikan tidak dapat dibangun secara instan; dibutuhkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terarah, dan evaluasi yang terukur agar setiap kegiatan akademik memberikan dampak nyata bagi kualitas lulusan.
βWorkshop ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap mutu pendidikan. Pendidikan Fisika harus terus bergerak mengikuti dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia pendidikan. Tanpa sistem penjaminan mutu yang kuat, kita akan sulit mencapai standar yang dituntut oleh dunia pendidikan modern.β ujar Dr. Haeruddin dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa SPMI merupakan fondasi utama bagi keberhasilan akreditasi, kerja sama nasional dan internasional, serta persiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, Prodi Pendidikan Fisika akan terus memperkuat dokumen mutu, melakukan monev secara berkala, dan memastikan bahwa semua standar akademik diterapkan secara konsisten.
Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai berbagai dokumen penting dalam SPMI, di antaranya:
Kebijakan Mutu β panduan umum yang menjadi dasar pelaksanaan penjaminan mutu di prodi.
Manual Mutu β dokumen yang menjelaskan bagaimana SPMI diimplementasikan dalam konteks Pendidikan Fisika.
Standar Mutu β kriteria baku yang wajib dipenuhi pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola.
Formulir dan Instrumen Evaluasi β alat bantu yang digunakan dalam proses monitoring dan evaluasi.
Siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) β tahapan yang harus dilalui untuk menjamin mutu berjalan secara sistemik.
Narasumber juga menekankan pentingnya continuous improvement atau peningkatan berkelanjutan dalam SPMI. Menurutnya, mutu tidak hanya diukur dari keberhasilan saat ini, tetapi dari sejauh mana sebuah program studi mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tetap menjaga konsistensi dalam melayani mahasiswa.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar adalah diskusi tentang tantangan implementasi SPMI di lingkungan program studi. Beberapa tantangan yang dibahas antara lain: sinkronisasi dokumen, penyelarasan antara kurikulum dan CPL/OBE, keterlibatan mahasiswa dalam budaya mutu, serta pentingnya digitalisasi dokumen mutu untuk memudahkan monitoring. Para dosen juga berdiskusi mengenai bagaimana SPMI dapat diintegrasikan dengan kebutuhan Pembelajaran Berbasis Outcome (OBE) yang saat ini menjadi standar nasional. Masukan sangat berharga dari mahasiswa yang terlibat dalam workshop.
Tidak hanya berhenti pada diskusi, workshop ini juga memfasilitasi praktik penyusunan dan peninjauan dokumen mutu, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), matriks penjaminan mutu, serta instrumen penilaian untuk monev pembelajaran. Mahasiswa yang hadir juga diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana SPMI berdampak pada kegiatan akademik mereka, seperti perencanaan kurikulum, evaluasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas layanan kampus.
Kegiatan workshop semakin menunjukkan bahwa mutu pendidikan bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang harus dicerminkan dalam setiap aspek penyelenggaraan program studi. Dengan keterlibatan seluruh unsur prodi dalam kegiatan ini, Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako membuktikan bahwa mereka siap mewujudkan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia modern.
Di akhir kegiatan, Koordinator Prodi menyampaikan harapan bahwa seluruh dosen dan mahasiswa mampu menginternalisasi prinsip-prinsip SPMI dalam aktivitas sehari-hari. Ia menegaskan bahwa memiliki dokumen mutu yang lengkap belumlah cukup; pelaksanaan dan evaluasilah yang akan menentukan keberhasilan program studi dalam memastikan mutu yang sesungguhnya.
βMutu adalah tanggung jawab kita bersama. Workshop hari ini harus menjadi langkah awal untuk membangun budaya mutu yang kuat, bukan hanya untuk kebutuhan akreditasi, tetapi demi masa depan pendidikan fisika yang unggul, modern, dan berdaya saing.β tutup Dr. Haeruddin.
Workshop SPMI 14 November 2025 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Fisika untuk terus berbenah dan berinovasi. Dengan komitmen yang kuat, kolaborasi yang solid, dan pemahaman yang mendalam tentang sistem penjaminan mutu, prodi optimis dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di dunia pendidikan yang semakin dinamis.