FORMAT PROPOSAL

Download referensi

FORMAT PROPOSAL​

  1. Halaman Judul
  2. Halaman Persetujuan Pembimbing
  3. Kata Pengantar (opsional)
  4. Daftar Isi (otomatis dengan Heading)
  5. Daftar Tabel (otomatis)
  6. Daftar Gambar (otomatis)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tulis latar belakang penelitian Anda di sini.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

1.6 Batasan Istilah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.2 Penelitian yang Relevan

2.3 Kerangka Konseptual

2.4 Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3.3 Populasi dan Sampel / Subjek Penelitian

3.4 Jenis dan Sumber Data

3.5 Definisi Operasional Variabel

3.6 Teknik Pengumpulan Data

3.7 Instrumen Penelitian

3.8 Teknik Analisis Data

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka (Gunakan Mendeley/Zotero/EndNote untuk otomatisasi).

Lampiran

Lampirkan (Instrumen penelitian, kuesioner, data pendukung, dsb).

Contoh Sitasi (APA 7th)

Jenis SumberContoh Sitasi NarasiContoh Sitasi ParentesisContoh Daftar Pustaka
Satu PenulisMenurut Sugiyono (2019), metode kuantitatif digunakan untuk menguji teori.Penelitian kuantitatif banyak dipakai untuk pengujian hipotesis (Sugiyono, 2019).Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Dua PenulisKemmis dan McTaggart (1988) menjelaskan siklus PTK.PTK terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 1988).Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Deakin University Press.
Tiga atau Lebih PenulisHake et al. (1998) menemukan metode interactive engagement lebih efektif.Penerapan interactive engagement meningkatkan pemahaman (Hake et al., 1998).Hake, R. R., Freedman, M., & Tobias, S. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
OrganisasiWorld Health Organization (2020) menekankan pentingnya literasi kesehatan.Literasi digital berkaitan dengan literasi kesehatan (World Health Organization [WHO], 2020).World Health Organization. (2020). Global report on digital health. WHO Press.
Kutipan Langsung < 40 kataMenurut Creswell (2018), “penelitian kualitatif menekankan pada pemahaman makna yang muncul dari pengalaman individu” (p. 45).“Penelitian kualitatif berfokus pada makna” (Creswell, 2018, p. 45).Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.
Kutipan Langsung > 40 kataVygotsky (1978) menjelaskan: > Perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh interaksi sosialnya. Melalui interaksi dengan orang yang lebih mampu, anak dapat mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi, yang dikenal dengan zone of proximal development (p. 86).> Perkembangan kognitif seseorang sangat dipengaruhi oleh interaksi sosialnya. Melalui interaksi dengan orang yang lebih mampu, anak dapat mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi, yang dikenal dengan zone of proximal development (Vygotsky, 1978, p. 86).Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

1. Gaya Penulisan Wajib Menggunakan Heading

  • Heading adalah fitur bawaan di Microsoft Word (Heading 1, Heading 2, Heading 3).
  • Fungsi:
    • Membuat daftar isi otomatis tanpa harus diketik manual.
    • Memudahkan pembuatan daftar tabel dan daftar gambar otomatis.
    • Menjaga konsistensi ukuran huruf, tebal/miring, dan tata letak.
  • Contoh penggunaan:
    • BAB I (gunakan Heading 1)
    • 1.1 Latar Belakang (gunakan Heading 2)
    • 1.1.1 Masalah Utama (gunakan Heading 3)

2. Minimal 25 Referensi

  • Setiap proposal skripsi wajib mencantumkan daftar pustaka minimal 25 sumber.
  • Referensi bisa berupa:
    • Buku teks akademik
    • Artikel jurnal ilmiah
    • Prosiding konferensi
    • Laporan penelitian resmi
  • Tujuannya agar penelitian memiliki landasan teori yang kuat dan tidak dangkal.

3. 70% Terbitan ≤ 10 Tahun Terakhir

  • Dari total referensi, 70% harus berupa sumber terbaru (10 tahun terakhir).
  • Misalnya, jika total referensi ada 30 judul → minimal 21 judul harus terbit antara tahun 2015–2025.
  • Alasan: untuk memastikan penelitian tidak hanya menggunakan teori lama, tetapi juga berdasarkan perkembangan terbaru di bidang keilmuan.

4. 25% dari Jurnal Bereputasi / Terindeks Scopus

  • Dari total referensi, 25% wajib berasal dari artikel jurnal internasional atau nasional yang bereputasi.
  • Bereputasi artinya:
    • Terindeks Scopus, Web of Science, atau Sinta (minimal Sinta 2).
    • Diterbitkan oleh penerbit ilmiah kredibel (Elsevier, Springer, Taylor & Francis, IEEE, dll).
  • Contoh: Jika ada 30 referensi → minimal 8 referensi harus dari jurnal bereputasi.

5. Wajib Menggunakan Aplikasi Manajemen Referensi

  • Mahasiswa tidak boleh menulis daftar pustaka secara manual, melainkan harus menggunakan aplikasi seperti:
    • Mendeley
    • Zotero
    • EndNote
  • Fungsi aplikasi:
    • Menyimpan referensi dan file PDF artikel.
    • Memudahkan penyisipan sitasi langsung di Microsoft Word.
    • Otomatis membuat daftar pustaka sesuai format (APA, IEEE, Chicago, dll).
  • Kelebihan:
    • Konsistensi format sitasi.
    • Mempercepat proses penulisan.
    • Mengurangi risiko kesalahan penulisan sitasi/daftar pustaka.
Dosen
0
Mahasiswa
0
Pegawai
0
Alumni
0