Tim peneliti FKIP Untad melaksanakan uji coba perangkat pembelajaran SIMBANA di SMA Negeri 1 Palu. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran fisika yang menghubungkan konsep sains dengan fenomena gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi.
Penelitian tersebut diketuai Prof. Dr. Ir. Amiruddin Kade, dengan anggota Ielda Paramita, S.Pd., M.Pd. dan Pahriadi, S.Pd., M.Pd., Melalui penelitian ini, tim mengembangkan modul kontekstual mitigasi bencana berbasis Phenomena-Based Learning, yakni pembelajaran yang bertolak dari fenomena nyata sebagai bahan penyelidikan.
SIMBANA merupakan singkatan dari Simulasi Interaktif Mitigasi Bencana Berbasis Artificial Intelligence dan Augmented Reality. Produk yang dikembangkan meliputi tiga modul digital tentang gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi, serta aplikasi pendukung SIMBANA AI dan SIMBANA AR.
Fisika untuk Memahami Bencana
Konteks kebencanaan dipilih agar pembelajaran fisika memiliki keterkaitan langsung dengan lingkungan peserta didik. Konsep yang dipelajari di kelas diharapkan membantu siswa memahami proses terjadinya bencana sekaligus menjadi dasar dalam mempertimbangkan tindakan mitigasi.
Melalui pendekatan berbasis fenomena, materi pembelajaran diarahkan untuk menghubungkan penjelasan ilmiah dengan peristiwa di lingkungan sekitar. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menggunakan pengetahuan fisika untuk memahami bahaya dan menelaah risiko bencana.
Penilaian penelitian juga dirancang melampaui penguasaan pengetahuan. Tim menyusun kerangka asesmen yang mencakup pemahaman ilmiah tentang bencana, analisis bahaya dan risiko, evaluasi informasi berdasarkan bukti, pengambilan keputusan mitigasi, serta tindakan reflektif dan adaptif.
Integrasi AI dan Augmented Reality
Dalam rancangan pengembangannya, SIMBANA AI ditujukan untuk mendukung pembelajaran literasi kebencanaan, sedangkan SIMBANA AR dikembangkan untuk membantu visualisasi fenomena melalui teknologi augmented reality.
Kedua aplikasi tersebut dikembangkan sebagai pendukung modul digital. Integrasinya diarahkan untuk memperkaya penyajian materi dan membantu siswa mempelajari fenomena kebencanaan secara lebih kontekstual.
Fungsi aplikasi, kompatibilitas perangkat, kemudahan penggunaan, dan kualitas interaksi pembelajaran menjadi aspek yang perlu diperiksa melalui pengujian. Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan perangkat dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Uji Coba untuk Penyempurnaan Produk
Uji coba menjadi tahapan penting untuk menelaah keterbacaan materi, kemudahan penggunaan perangkat, dan kesesuaian aktivitas pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Pengujian juga diarahkan untuk mengidentifikasi kendala teknis sebelum produk disempurnakan dan digunakan secara lebih luas.
Melalui uji coba di sekolah, tim berupaya memperoleh masukan untuk memperbaiki materi dan perangkat pembelajaran. Efektivitas SIMBANA dalam meningkatkan literasi kebencanaan siswa akan ditentukan setelah tahapan pengujian dan analisis data selesai.
Penelitian yang didanai melalui DIPA BLU Universitas Tadulako Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan menghasilkan sumber belajar fisika yang kontekstual serta mendukung penguatan pendidikan mitigasi bencana di sekolah.