Sebagai wujud implementasi program Praktisi Mengajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Program Studi Pendidikan Fisika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako menghadirkan praktisi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yaitu Bapak Henri Panggabean, S.Si., MP , untuk turut serta dalam pengampuan mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) . Kegiatan ini berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, dengan pendampingan langsung oleh dosen pengampu, Muhammad Zaky, S.Pd., M.Pd.
Dalam sesi perkuliahan yang berlangsung penuh antusiasme tersebut, Bapak Henri membawa perspektif langsung dari dunia kerja sebagai seorang Penata Muda Geofisika (PMG Muda) di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu – Palu. Ia menyampaikan materi-materi strategis terkait fenomena atmosfer, cuaca-iklim, radiasi matahari, hingga isu kritis perubahan iklim dan pemanasan global.
Beberapa topik utama yang dibahas meliputi: struktur dan dinamika atmosfer, fenomena lokal seperti angin darat-laut dan angin gunung-lembah, dasar-dasar meteorologi dan klimatologi termasuk pengaruh El Niño dan La Niña, pemahaman radiasi matahari dan indeks UV beserta dampaknya terhadap kesehatan, hingga tren suhu di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari isu pemanasan global.
Berbeda dari penyampaian teori biasa, materi disajikan dengan data observasional terkini dari Stasiun Lore Lindu, tempat Henri bertugas. Mahasiswa diperkenalkan dengan visualisasi grafis, peta tren suhu, serta ilustrasi perubahan cuaca ekstrem yang tengah terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami keterkaitan konsep-konsep fisika bumi dan antariksa dengan data real-time dari institusi nasional.
“Ini adalah upaya kami untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas lapangan,” ujar Muhammad Zaky, dosen pengampu IPBA. “Pak Henri tidak hanya membawa teori, tetapi juga membuka cakrawala baru dengan data empiris yang relevan dan aktual.”
Kehadiran praktisi seperti Henri menjadi penting dalam memperkuat capaian pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah IPBA, khususnya dalam kompetensi pemahaman atmosfer, iklim, dan dampak lingkungan. Selain itu, kolaborasi ini mendorong mahasiswa untuk lebih kritis, sains-literacy, dan siap menghadapi tantangan abad 21, terutama dalam konteks perubahan iklim global.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Fisika menunjukkan komitmen kuat dalam menjembatani dunia akademik dan praktisi. Dengan semangat kolaboratif, para calon guru fisika dibekali pengetahuan dan pengalaman nyata yang akan mereka terapkan kelak dalam profesi pendidikan dan keilmuan mereka.