22 Mei 2025 – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kembali menjadi sorotan di Program Studi Pendidikan Fisika tahun ini. Sebanyak 18 judul proposal PKM berhasil disusun oleh mahasiswa, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan 11 judul. Peningkatan ini mencerminkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam berkarya dan berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Proposal-proposal tersebut telah melalui proses review ketat oleh tim dosen pembimbing untuk memastikan kualitas dan kesiapan sebelum dikirimkan ke universitas. Beragam tema diusung, mulai dari inovasi media pembelajaran fisika berbasis teknologi, penelitian terkait energi terbarukan, hingga solusi kreatif untuk masalah pendidikan sains di daerah terpencil.
“Kami sangat bangga dengan antusiasme mahasiswa tahun ini. Tidak hanya jumlahnya yang meningkat, tetapi juga ide-idenya sangat relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujar salah seorang dosen reviewer, Delthawati Ranha Ningtiyas, M.Pd..
Beberapa dosen juga ikut memberikan masukan terhdapa Proposal Mahasisswa, seperti Ibu Nurul Kamisani, M.Pd., Ketut Alit, M.Pd. , Wahyuni N Laratu. M.Pd. dan beberap dosen lainnya.
Proses review dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek orisinalitas, metodologi, dan potensi dampak sosial. Beberapa proposal bahkan dinilai memiliki peluang besar untuk lolos pendanaan DIKTI, mengingat relevansi dan kreativitas yang ditawarkan.
“Setelah melalui beberapa kali revisi, proposal kami akhirnya siap diajukan. Semoga bisa memberikan manfaat dan lolos seleksi universitas,” kata Muhammad Ilham, salah satu peserta PKM.
Dengan persiapan yang matang, ke-18 proposal tersebut akan segera dikirimkan ke universitas untuk seleksi lebih lanjut. Diharapkan, peningkatan jumlah ini juga diikuti dengan keberhasilan meraih pendanaan, membawa nama Jurusan Pendidikan Fisika semakin dikenal di tingkat nasional.
Univerisitas Tadulako optimis bahwa semangat kolaborasi dan inovasi mahasiswa akan terus berkembang, membawa dampak positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.