Palu, Universitas Tadulako — Suasana hangat namun penuh keseriusan terasa di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) pada tanggal 15–16 Oktober 2025. Selama dua hari penuh, Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untad menjalani asesmen akreditasi internasional oleh lembaga akreditasi ternama asal Jerman, ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang Program Studi Pendidikan Fisika menuju pengakuan internasional atas mutu akademik dan profesionalismenya.
Sejak pagi hari, tim ahli dari ASIIN telah tiba di Palu dan disambut dengan penuh kehormatan oleh pimpinan universitas. Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran pimpinan lainnya, turut hadir dalam penyambutan di Hotel Santika Palu. Turut mendampingi, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Andi Rusdin, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr. Aiyen Tjoa, Dekan FKIP Dr. Jamaluddin, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Adam Malik, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Dr. Sahrul Saheana, dan Ketua Cluster Education Task Force FKIP Prof. Dr. Jusman.
Tim ASIIN yang hadir terdiri atas para pakar internasional dan nasional, yaitu:
Prof. Dr. Peter Bagoly-Simó (Humboldt Universität Berlin)
Prof. Dr. Thomas Götz (Universität Koblenz)
Prof. Dr. Hans-Georg Weigand (Universität Würzburg)
Prof. Dr. Nurma Yunita Indriyanti (Universitas Sebelas Maret)
Medina Andini, M.Pd. (SMA Khadijah Surabaya)
Ariqah Mumtazah (Universitas Hasanuddin) – perwakilan mahasiswa
Maria Mothes, M.A. – staff dari ASIIN
Rektor dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan optimismenya terhadap proses ini.
“Akreditasi ASIIN bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi tentang bagaimana Universitas Tadulako menegaskan komitmennya terhadap kualitas, transparansi, dan daya saing internasional. Program Studi Pendidikan Fisika telah menunjukkan kesiapan dan kerja keras yang luar biasa,” ujar Prof. Amar.
Kegiatan resmi dimulai pada Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 09.00 pagi, dengan Opening Meeting antara tim ASIIN dan perwakilan Universitas Tadulako di ruang senat FKIP. Acara dibuka oleh Rektor dan dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Haeruddin, M.Si., yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan akreditasi.
Dalam paparannya, Dr. Haeruddin menjelaskan visi dan arah pengembangan program studi yang berorientasi pada outcome-based education serta pencapaian learning outcomes yang terukur.
“Kami menyiapkan asesmen ini bukan semata untuk memenuhi standar, tetapi sebagai proses refleksi akademik yang berkelanjutan. ASIIN menjadi mitra penting untuk memastikan bahwa lulusan kami siap bersaing secara global, baik sebagai pendidik, peneliti, maupun inovator di bidang pendidikan fisika,” jelasnya.
Setelah sesi pembukaan, tim auditor melakukan internal discussion sebelum melanjutkan kunjungan ke berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk laboratorium fisika, ruang microteaching, dan fasilitas teknologi pembelajaran yang digunakan mahasiswa. Para pakar ASIIN mengapresiasi fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis praktikum dan eksperimen.
Menjelang sore, dilakukan pertemuan dengan mahasiswa dan alumni. Dalam sesi ini, mahasiswa aktif berbagi pengalaman tentang suasana akademik, kesempatan riset, dan kegiatan kemahasiswaan. Salah seorang mahasiswa Mozailla Anantasyah, mengungkapkan:
“Kami merasa bangga bisa belajar di program studi yang sangat terbuka terhadap perubahan. Dosen mendorong kami untuk berpikir kritis, melakukan riset sejak dini, dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.”
Sementara itu, alumni seperti Dhimas., yang kini mengajar di salah satu SMA unggulan di Palu, menyampaikan bagaimana kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah berperan penting dalam dunia kerja.
“Pendekatan asesmen dan pembelajaran yang kami pelajari dulu sangat membantu saat saya menjadi guru. Fokus pada pembelajaran berbasis inkuiri dan asesmen autentik menjadi nilai tambah yang membedakan lulusan Pendidikan Fisika Untad,” ujarnya.
Hari pertama ditutup dengan diskusi internal tim ASIIN yang berlangsung hingga petang. Suasana kerja sama dan komunikasi terbuka menjadi ciri khas sepanjang proses hari pertama tersebut.
Kamis, 16 Oktober 2025, menjadi hari yang padat dan penuh makna. Agenda dimulai pukul 08.30 pagi dengan pertemuan antara tim ASIIN dan para dosen pengajar. Dalam sesi ini, para dosen menjelaskan proses pembelajaran, penelitian, serta strategi pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan dengan European Standards and Guidelines (ESG).
Salah seorang dosen, Dr. Nurjannah, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi internasional menjadi salah satu arah penguatan program studi.
“Kami tengah mendorong kerja sama riset dengan universitas di Asia Tenggara dan Eropa untuk memperkuat dimensi global dalam pembelajaran fisika,” katanya.
Setelah sesi dosen, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama mitra industri dan pengguna lulusan, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah mitra, dan lembaga pelatihan. Erwin, M.Fis., sebagai perwakilan pengguna lulusan, memberikan tanggapan positif.
“Lulusan Pendidikan Fisika Untad memiliki karakter yang adaptif dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Ini sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan abad ke-21,” ungkapnya.
Tim ASIIN kemudian melakukan pemeriksaan terhadap dokumen asesmen, soal ujian, laporan tugas akhir, serta perangkat evaluasi pembelajaran. Mereka menilai bahwa sistem asesmen yang dikembangkan telah mencerminkan prinsip constructive alignment antara capaian pembelajaran, metode pengajaran, dan evaluasi.
Menjelang sore, dilakukan pertemuan final antara tim ASIIN dengan pimpinan universitas dan koordinator program studi. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Hans-Georg Weigand menyampaikan kesan positifnya:
“Kami melihat komitmen luar biasa dari tim Universitas Tadulako. Program Studi Pendidikan Fisika menunjukkan arah yang jelas menuju internasionalisasi dan peningkatan mutu berkelanjutan.”
Pertemuan diakhiri dengan sambutan dari Rektor Prof. Amar yang menegaskan bahwa proses ini akan menjadi batu loncatan penting bagi universitas.
“Kami tidak berhenti pada penilaian ini. Hasil visitasi ASIIN akan menjadi peta jalan untuk memperkuat tata kelola akademik, penelitian, dan jejaring internasional,” tegasnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim ASIIN berpamitan dan kembali ke Hotel Santika Palu sekitar pukul 16.30. Malam harinya, Universitas Tadulako menggelar jamuan makan malam penutupan (Closing Dinner) sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi. Suasana penuh keakraban mewarnai acara tersebut, diiringi musik tradisional Sulawesi Tengah dan pertukaran cendera mata.
Koordinator Program Studi, Dr. Haeruddin, M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan akreditasi ini.
“Kami belajar banyak dari proses ini — mulai dari penataan dokumen, refleksi kurikulum, hingga dialog terbuka dengan para pakar internasional. Semua ini bukan akhir, tetapi awal dari peningkatan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses akreditasi ASIIN mendorong perubahan budaya akademik di lingkungan FKIP, terutama dalam hal transparansi capaian pembelajaran dan penerapan sistem jaminan mutu internal yang lebih efektif.
Bagi mahasiswa dan alumni, pengalaman ini menjadi sumber kebanggaan. Mereka menyadari bahwa akreditasi internasional bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa pendidikan yang mereka tempuh diakui secara global.
Rektor menutup seluruh rangkaian dengan pesan inspiratif:
“Akreditasi ASIIN meneguhkan posisi Universitas Tadulako di peta pendidikan tinggi dunia. Kita sedang membangun bukan hanya universitas berstandar nasional, tetapi universitas yang diakui dunia atas kualitas dan integritasnya.”
Penutup
Dua hari asesmen ASIIN di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako menjadi catatan sejarah penting dalam perjalanan universitas menuju pengakuan internasional. Melalui kerja sama yang solid antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan, kegiatan ini tidak hanya menegaskan komitmen terhadap mutu pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas Untad sebagai kampus yang berorientasi pada global competitiveness dan continuous improvement.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus maju, Universitas Tadulako kini menatap masa depan dengan penuh optimisme — menuju kampus berkelas dunia yang melahirkan pendidik fisika unggul dan berdaya saing internasional.