Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kompetensi digital mahasiswa dan dosen melalui kegiatan Persiapan Ujian Sertifikasi Google for Educator. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi dalam memastikan lulusan tidak hanya unggul pada aspek pedagogik dan penguasaan konten fisika, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing dalam lingkungan pendidikan berbasis teknologi yang terus berkembang. Sertifikasi Google for Educator sendiri merupakan sertifikasi internasional yang diakui secara global sebagai bukti profesionalitas pendidik dalam memanfaatkan ekosistem Google Workspace for Education untuk pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan persiapan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa angkatan aktif serta sejumlah dosen Pendidikan Fisika yang bertekad meningkatkan kemampuan mereka dalam integrasi teknologi digital. Pelaksanaan kegiatan ini dipandu oleh H. Hamzah Ramdhani, M.Pd., seorang pendidik berpengalaman dan praktisi transformasi digital yang telah memiliki sertifikasi Google Educator dan berpengalaman memfasilitasi pelatihan teknologi pendidikan di berbagai institusi. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, sistematis, dan penuh inspirasi, beliau berhasil mengajak peserta untuk melihat bagaimana teknologi bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan inti dari pembelajaran modern yang relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini.
Sejak sesi pertama dimulai, suasana kegiatan tampak sangat hidup. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti langkah-langkah penggunaan berbagai fitur Google Workspace seperti Google Classroom, Google Forms, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google Drive. Sebagian besar mahasiswa baru pertama kali mengetahui bahwa fitur-fitur tersebut memiliki fungsi pembelajaran yang sangat strategis, mulai dari distribusi materi, pengumpulan tugas, penilaian otomatis, kolaborasi, hingga pengembangan kelas virtual yang interaktif. Sementara itu, para dosen yang ikut berpartisipasi menganggap kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan literasi digital pengajar, terutama dalam mempersiapkan pembelajaran yang adaptif dan berbasis data.
Dalam setiap sesi, Hamzah Ramdhani menekankan bahwa seorang pendidik global harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan relevan. Ia menyampaikan bahwa Google for Educator bukan sekadar ujian sertifikasi, tetapi merupakan mindset baru untuk mentransformasi cara pendidik merancang, mengelola, dan mengevaluasi pembelajaran. Ia juga memberikan berbagai studi kasus nyata tentang bagaimana pendidik di Jepang, Singapura, Finlandia, dan negara-n negara maju telah menggunakan ekosistem digital untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hal ini membuat peserta semakin yakin bahwa sudah saatnya pendidikan fisika di Indonesia, termasuk di Universitas Tadulako, membangun kompetensi digital yang kuat agar tidak tertinggal dalam arus globalisasi pendidikan.
Di sela kegiatan, Koordinator Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Haeruddin, turut memberikan sambutan yang penuh optimisme. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kegiatan persiapan ujian sertifikasi ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi merupakan bagian dari visi besar Prodi Pendidikan Fisika untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Ia menyampaikan bahwa ke depan, mahasiswa Pendidikan Fisika harus mampu berdiri setara dengan pendidik global yang memiliki kemampuan literasi digital berkualitas tinggi.
“Kami ingin mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai konten fisika dan pedagogik, tetapi juga mahir dalam memanfaatkan teknologi. Dengan sertifikasi Google for Educator, kami yakin mahasiswa dan dosen kita dapat bersaing dan berkolaborasi di tingkat global.” ujar Dr. Haeruddin dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa dunia pendidikan telah berubah secara drastis, terutama pasca pandemi, dan kompetensi digital bukan lagi dianggap sebagai kelebihan, tetapi sebuah keharusan. Karena itu, Prodi Pendidikan Fisika akan terus mendorong berbagai program peningkatan kompetensi seperti workshop, pelatihan teknologi, sertifikasi internasional, dan kolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan digital.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan berbagai simulasi ujian, termasuk analisis soal, strategi menjawab, serta praktik langsung menggunakan akun Google Workspace masing-masing. Beberapa mahasiswa mengaku sempat merasa cemas menghadapi sertifikasi internasional, namun pendampingan yang terstruktur membuat mereka semakin percaya diri. Hamzah Ramdhani juga berbagi tips penting, seperti penggunaan keyboard shortcut, pengelolaan file drive yang efisien, fitur kolaborasi waktu nyata, serta cara memaksimalkan Google Classroom agar lebih efektif dalam pembelajaran fisika.
Yang menarik, sesi diskusi interaktif juga berlangsung sangat dinamis. Banyak mahasiswa yang menyampaikan pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi selama PPL atau pengalaman mengajar terbatas di sekolah. Beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa guru-guru di beberapa sekolah belum memanfaatkan teknologi secara maksimal, sehingga mereka berharap keterampilan yang diperoleh dari sertifikasi ini dapat membantu mereka memberikan kontribusi nyata di sekolah nanti.
Kegiatan ini bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga membangun budaya pembelajaran aktif, kreatif, dan adaptif. Hamzah Ramdhani bahkan menekankan pentingnya lifelong learning bagi pendidik fisika. Menurutnya, pembelajaran tidak berhenti pada sertifikasi atau pelatihan formal, tetapi terus berkembang seiring perubahan teknologi. Ia mendorong peserta agar menjadikan sertifikasi Google Educator sebagai langkah awal menuju kompetensi digital yang lebih luas seperti Google Coach, Google Trainer, dan berbagai sertifikasi global lainnya.
Menjelang akhir kegiatan, terlihat suasana penuh semangat dari seluruh peserta. Mereka merasa lebih siap menghadapi ujian sertifikasi dan lebih paham mengenai pentingnya literasi digital dalam dunia pendidikan. Para dosen yang hadir juga merasa kegiatan ini sangat relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan adanya kegiatan persiapan ini, Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako berharap dapat mencetak generasi pendidik yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global. Sertifikasi Google for Educator diharapkan menjadi nilai tambah yang memperkuat kualitas lulusan sekaligus meningkatkan reputasi Prodi di tingkat nasional dan internasional.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Pendidikan Fisika Universitas Tadulako terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme mahasiswa serta dosen. Dengan sinergi antara kompetensi fisika, pedagogik, dan literasi digital, maka visi untuk melahirkan pendidik fisika berkelas dunia bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi langkah nyata yang terus diwujudkan dari waktu ke waktu.